13.4.16

>> 6 Makanan paling ekstrem di Asia Tenggara

Selalu ada hal baru yang ditemui saat sedang traveling ke negara-negara lain. Mulai dari pemandangan, kebudayaan, keanekaragaman hayati dan tentunya adalah kuliner. Memang terkadang ada rasa enggan saat menyantap menu makanan dari negara lain. Ketakutan akan rasa yang kurang pas dengan selera lidah adalah salah satu penyebabnya.

Nah, makanan-makanan berikut ini juga mungkin enggan Anda makan. Namun bukan hanya karena ketakutan soal rasanya, tapi juga karena tahu bahan-bahan yang digunakannya adalah hal-hal yang tak lazim digunakan sebagai bahan dasar makanan. Berikut ini adalah makanan-makanan dari negara-negara di Asia yang dapat dikategorikan sebagai kuliner ekstrem. Mari mulai dengan Kamboja.

 Kamboja

Jika Anda berkunjung ke negara berjuluk Seribu Candi ini, jangan lewatkan kuliner tarantula goreng. Jangan pandang bentuknya yang masih terlihat utuh berukuran setelapak tangan. Bagi  mereka yang sudah pernah mencoba, rasanya sungguh nikmat: garing, renyah, dan asin dengan bumbu bawang dan garam. Makanan ini bisa Anda peroleh di area Skuon District dekat kota Phnom Penh.


Filipina

 Di Filipina, Balut adalah jajanan yang populer. Kebanyakan orang di sana menyukainya.
Penampilannya mungkin seperti gundukan telur busuk. Namun banyak orang yang menyeruput Balut dari telur mengatakan bahwa rasa makanan itu sungguh nikmat dengan tekstur yang lembut namun renyah. Menurut pendapat umum, untuk rasa yang terbaik, campurkan sedikit garam saat memakannya.


Thailand

Selain aneka serangga goreng yang dijual sebagai jajanan di area turis, cobalah juga memakan daging tikus di Thailand Utara. Jangan bayangkan daging tikus ini seperti tikus yang biasa berkeliaran di jalanan. Di Thailand Utara, tikus untuk makanan diternakkan dengan baik dan bersih.

Menurut informasi dari situs lokal Thai-List, biasanya, daging tikus ini disajikan dalam bentuk sup yang pedas atau dipanggang.


Indonesia

Sebagai negara dengan ragam suku dan budaya, Indonesia memiliki lebih banyak jenis kuliner ketimbang negara Asia Tenggara lainnya.

Salah satu kuliner ekstrimnya adalah daging anjing yang menjadi khas bagi penduduk di Sumatra Utara dan  Sulawesi Utara. Meski sudah menjadi bagian dari kultur, tak pelak bahan kuliner ini menuai protes dari para pecinta hewan.

Selain itu, kuliner ekstrim lainnya adalah Otak Sapi yang iasanya disajikan di rumah makan masakan padang. Christian Lindgren, turis asal Norwegia yang pernah mencoba makanan ini mengatakan bahwa ketika ditantang memakan otak sapi, ia tidak berpikir rasanya akan lengket di langit-langit mulut. Tetapi ketika memakan daging anjing, ia mengaku rasanya sungguh enak.


Laos dan Myanmar

Daging kelelawar yang dipanggang, digoreng, atau dijadikan steak merupakan kuliner yang populer di Laos. Banyak orang mengatakan rasanya sama dengan daging ayam. Tetapi penduduk Laos sendiri meyakini daging kelelawar ini mengandung lebih sedikit lemak ketimbang daging hewan berkaki empat, dan mengandung banyak protein.

Situs perjalanan GoAsia mengatakan bahwa daging kelelawar mulai langka di Laos. Namun kuliner ini masih cukup populer di beberapa daerah. Selain Laos, negara yang populer menyediakan kuliner daging kelelawar adalah Myanmar.


Vietnam

Di jaman perang dunia, Snake Wine merupakan minuman populer di Vietnam. Namun menurut situs CNN, minuman bernama Snake Wine ini masih bertahan kepopulerannya hingga kini. Minuman ini terbuat dari sari beras atau gandum yang telah difermentasi dengan alkohol sehingga menjadi wine, kemudian dicampur dengan seluruh daging ular berikut darahnya.

Bila ular yang digunakan jenis ular berbisa, racunnya akan mati dengan sendirinya ketika tercampur dengan ethanol dalam wine beras. Snake Wine dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit dan meningkatkan kesehatan tubuh. Namun hati-hati, kebanyakan orang mabuk meski hanya minum segelas kecil Snake Wine.
( sumber )