14.7.16

>> Utang pemerintah Jepang saat ini Rp 143.000 triliun, diambang bangkrut ?

Utang pemerintah Jepang saat ini mencapai US$ 11 triliun atau sekitar Rp 143.000 triliun. Rasio utang ini mencapai 245% bila dibandingkan dengan PDB negara tersebut.

International Monetary Fund (IMF) menyebutkan, jumlah utang Jepang akan meningkat 3 kali lipat di 2030. Pemerintah negeri sakura ini harus segera beraksi.

"Utang pemerintah Jepang sudah tidak bertahan dengan kebijakan sekarang. Harus ada konsolidasi fiskal dalam jangka menengah untuk menata utang-utang ini," demikian pernyataan IMF seperti dilansir dari CNN, Jumat (24/7/2015).

Secara berulang dalam laporannya, IMF meminta Jepang untuk mengontrol utangnya yang menggunung tersebut. Negara ini memang masih mengalami pemulihan dari periode deflasi yang panjang, karena pemerintahnya menarik utang besar untuk membiayai program-program yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

IMF meminta pemerintah di negara dengan ekonomi ketiga terbesar di dunia ini untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pengurangan utang. Contohnya, kebijakan kenaikan pajak konsumsi akan mulai berlaku April 2017. Itu berarti, banyak uang yang akan masuk ke pemerintah, namun ekonomi akan berjalan lambat. IMF meminta Jepang mencari jalan untuk mendorong ekonominya.

Jepang, ujar IMF, juga perlu untuk melanjutkan program reformasi struktural yang prioritas.

Sebelumnya, Ekonom UGM, Tony Prasetiantono pernah mengatakan, Jepang masih bisa bertahan sebagai negara maju meski jumlah utangnya sudah 2 kali lipat dari nilai ekonominya.

"Karena Jepang utangnya ke rakyat sendiri, bukan ke luar negeri," kata Tony.

Seperti dilansir dari Forbes, ada 7 negara dengan rasio utang terhadap PDB yang di atas 100%. Itu berarti, jumlah utangnya sudah melebihi nilai perekonomiannya.

Namun dari 7 negara ini, hanya satu negara yang saat ini berstatus bangkrut, yaitu Yunani. Berikut daftarnya berdasarkan data 2014:

  • Jepang, dengan rasio utang 227,2%. Dari rasio di 2014 165,5%
  • Yunani, dengan rasio utang 175,1%. Dari rasio di 2014 98,6%
  • Italia, dengan rasio utang 132,6%. Dari rasio di 2014 103,9%
  • Portugal, dengan rasio utang 129%. Dari rasio di 2014 57,6%
  • Singapura, dengan rasio utang 105,5%. Dari rasio di 2014 98%
  • Amerika Serikat (AS), dengan rasio utang 101,5%. Dari rasio di 2014 62,7%
  • Belgia, dengan rasio utang 101,5%. Dari rasio di 2014 94,2%

(sumber)