2.4.16

>> Melihat keindahan salah satu Goa terbesar di Dunia " Son Doong - Vietnam "

Gua Son Doong adalah nama dari sebuah gua yang terletak di Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang, Provinsi Quang Binh, Vietnam. Gua ini dinyatakan sebagai gua terbesar didunia dengan panjang mencapai 3,8 km, dengan lebar sekitar 90 m, dan pada beberapa bagiannya, memiliki tinggi hingga 180 meter. Gua ini ditemukan oleh penjelajah dari Inggris pada tahun 2009, setelah ditunjukkan jalan masuk oleh petani lokal.

Gua ini dinyatakan lebih besar dari Gua Deer Cave, di Taman Nasional Gunung Mulu, Kalimantan, Malaysia. Walaupun penduduk lokal telah mengetahui keberadaannya sejak lama, namun mereka tidak berani masuk karena suara sungai yang mengalir didalamnya begitu kencang, sehingga cukup mengintimidasi. Peneliti Inggris sendiri tidak dapat menemukan ujungnya pada pertama kali mereka melakukan ekspedisi karena beberapa bagian dari gua tertutup air.

2 – 5 juta tahun yang lalu, sebuah ruang bawah tanah terbentuk saat air sungai yang mengalir di atas batu kapur menembus patahan dan melarutkan batu gamping. Aliran air ini menciptakan lubang berukuran raksasa di dalam pegunungan. Perluasan akibat erosi dan keruntuhan yang berkesinambungan lebih cepat dari sapuan air yang mengalir. Air mengalir mengikuti retakan di bawah tanah, melarutkan jaringan terowongan gua.

Aktifitas tektonik mengangkat dan melobangi batuan kapur. Keruntuhan atap ruangan, membentuk dan kolonisasi pepohonan dan Pakis di tempat terbuka. Pada tahun 1941, Ho Chi Minh merencanakan revolusi terhadap Jepang dan Perancis di Gua Pac Bo, sebelah utara Hanoi, dan selama Perang Vietnam, ribuan warga Vietnam bersembunyi dari serangan bom Amerika di dalam gua.

Batuan licin berlumut serta jurang sepuluh meter terletak di pintu masuk Gua yang diselimuti hutan Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang (seluas 857,5 km2) Di pintu masuk selatan, sungai Rao Thuong, sungai bawah tanah dengan bilah dinding batu kapur penuh ukiran alam setinggi enam meter. Di bagian tengah gua terdapat Taman edam.

Taman Edam merupakan hutan di dalam gua yang terbentuk akibat runtuhnya atap Hang Son Doong dan menciptakan lubang sedalam 450 meter, dengan lebar mencapai 200 meter, serta membiarkan cahaya masuk. Taman ini memiliki pepohonan setinggi 30 meter menutupi kerucut dinding. Tembok Besar Vietnam yang terletak di pintu utara berdinding kalsit berlumpur setinggi 60 meter berbentuk V dengan parit berisi air sedalam setengah meter di bagian bawah.

Di balik tembok, terdapat kolam kering dengan mutiara gua da dalamnya. Mutiara gua terbentuk ketika setetes air dari langit-langit menghantam lantai batu kapur dan memecahnya menjadi butiran-butiran batu kecil. Setelah proses selama ribuan tahun, terciptalah mutiara kalsit hampir bulat sempurna.
( sumber )

>> Bukit batu paling indah di Dunia " The Wave - Arizona "

The Wave terletak di Dataran Tinggi Colorado, dekat perbatasan Utah dan Arizona. Daerah ini galeri beberapa batupasir yang bergelombang, menyerupai pilar , kerucut, jamur dan kreasi aneh lainnya.

Simpanan dari besi klaim beberapa tanggung jawab untuk campuran unik warna memutar di batu, menciptakan pelangi dramatis pastel, pink kuning dan merah.

Gelombang terbuat dari Jurassic usia Navajo Sandstone yang sekitar 190 juta tahun. Para ilmuwan yang mempelajari The Wave mengatakan bahwa bukit pasir tua berubah menjadi batu dipadatkan keras selama berabad-abad, mengapur di Erosi lapisan vertikal dan horizontal oleh angin dan hujan telah menciptakan pemandangan spektakuler yang muncul sekarang. Berikut keindahan dari the wave stone.












( referensi )

>> Hamparan hutan batu yang mengagumkan di China

Hutan biasanya dibentuk dari kumpulan berbagai jenis pohon-pohon yang membentang luas seperti hamparan rumput. Di China, tepatnya di provinsi Yunnan, hutan Shilin selain terdiri dari jutaan pohon juga dipenuhi dengan ribuan bukit-bukit batu.

Pemandangan ini membuat hutan Shilin sering disebut dengan hutan bebatuan. Batu-batu yang menjulang tinggi hingga ketinggian 30 meter tampak seperti stalagmit yang tumbuh dari dalam tanah. Di Jerman, formasi bukit batu ini dikenal dengan nama “karst”.

Bukit-bukit batu ini dibentuk dari proses geologi abusive dan erosi air 270 juta tahun lalu, yang membuat batu-batu kapur saling melebur dan menciptakan bukit-bukit kecil. Meskipun bukit batu sejenis juga ditemukan di lokasi lain, namun hutan Shilin diklaim sebagai “Museum Hutan Batu Karst” karena banyaknya variasi bukit batu yang terdapat disana.
( sumber )

>> Danau alami dengan bentuk paling unik

Melirik danau yang ada di Kanada, di sana juga ada danau yang terkenal akan keunikan pada bentuk danaunya, adalah danau Kliluk. Kepopuleran danau Kliluk ini karena pada permukaan air danaunya secara alamiah membentuk bulatan-bulatan yang berwarna-warni dan menyerupai polkadot. Jika sebagian orang mengenalnya dengan nama danau Kliluk, sedangkan oleh masyarakat setempat, danau ini disebut spotted lake atau danau polkadot.

Danau Kliluk berlokasi di kota Osoyos di British Columbia, Kanada. Danau ini memiliki luas kurang lebih 38 hektar, disebutkan ada sekitar 365 bulatan menghiasi keindahan danau dengan ukuran yang berbeda-beda. Beberapa sumber informasi menyebutkan, bulatan tersebut terbentuk dari tumpukan garam yang mengapung di permukaan dan membentuk sebuah lingkaran. Garam-garam itu berasal dari kandungan mineral pada danau yang biasanya muncul ketika musim panas tiba.

Di musim panas, air pada permukaan danau ini akan menguap dan menghasilkan banyak kandungan unsur zat di dalamnya, diantaranya : Magnesium Sulfat, Kalsium, Natrium Sulfat, dan 8 jenis mineral lainnya namun ada juga kandungan perak dan titanium meskipun dalam kadar yang rendah. Setiap kandungan mineral akan memunculkan warna yang berbeda-beda pada bagian bulatan polkadot yang terbentuk, ada yang berwarna agak kekuningan, putih, biru, hijau, dan abu-abu.

Akibat dari kandungan unsur-unsur zat di dalamnya yang beragam pada danau Kliluk ini, danau ini sempat dimanfaatkan oleh pabrik pembuatan amunisi di kanada Timur pada saat perang dunia 1 dalam membuat amunisi mereka. Kualitas air danaunya juga dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai terapi pengobatan. Bagi suku Indian ditempat ini, lumpur dan air danau Kliluk sering dipakai untuk menyembuhkan berbagai penyakit karena dipercaya sangat ampuh.
( referensi )

>> 5 Kota dari pahatan batu yang unik dan mengagumkan

Sebuah kota biasanya dibuat di pegunungan, tepi pantai, atau di tengah-tengah pulau yang berkontur dataran. Tapi, 5 kota ini malah dipahat di tebing batu. Mau tahu? Berikut adalah 5 kota unik yang terbuat di tebing batu:

1. Kota Cappadocia, Turki

Ini adalah salah satu kota yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Uniknya arsitektur kota menjadi daya tarik turis. Jika tidak percaya coba saja datang langsung ke kota yang memiliki lembah, ngarai hingga bukit ini.

Memasuki Cappadocia, turis seakan masuk zaman di mana semua bangunannya terukir di tebing batu. Ada 6 kota yang berada di wilayah Cappadocia. Ibukotanya adalah Nevsehir, dengan populasi lebih dari 110 ribu jiwa.

Uniknya bangunan dari pahatan batu bisa Anda lihat di Istana Urchisar. Istana ini memiliki beberapa ruangan yang dijadikan tempat tinggal. Letaknya yang tepat di atas bukit menjadikan tempat ini sangat indah. Apalagi dengan pemandangan yang memesona, sempurna!

Adalah Goreme, kota batu yang paling terkenal di Cappacodia. Goreme adalah kota yang dipenuhi dengan rumah pahatan dari batu. Bebatuan raksasa dengan sengaja dikeruk dan didesain menjadi sebuah rumah bagi warga lokal.


2. Kota Setenil de las Bodegas, Spanyol

Setenil adalah sebuah kota kecil yang memiliki total luas area sekitar 82 km2. Kota ini menjadi begitu menarik dikunjungi wisatawan karena dibangun dalam sebuah tebing raksasa.

Datang ke Setenil, pelancong disuguhkan dengan banyaknya bangunan rumah menyatu langsung dengan tebing batu. Bagai memahat tebing, hampir seluruh bangunan di kota ini langsung menempel dengan tebing. Bahkan perabotan dalam rumah saja terbuat dari batu.

Menyusuri jalan di Setenil, Anda akan kembali dibuat tercengang. Bagai payung alami, hampir seluruh jalan di Setenil memiliki atap dari tebing batu, mirip terowongan alami.


3. Kota Petra, Yordania

Setelah Turki dan Spanyol, masih ada negara lain yang memiliki kota di tebing batu, yaitu Yordania. Kota Petra menjadi magnet bagi wisatawan karena kota kunonya yang terpahat di tebing batu.

Petra adalah sebuah kota kuno yang hampir seluruh bangunannya terpahat di dinding tebing. Salah satunya adalah terowongan ngarai yang biasa disebut Siq. Di sana, Anda bisa melihat pahatan di dinding batu, seperti pipa dari tanah liat yang dulu digunakan dalam sistem pengairan.

Selain Siq, masih ada Al-Khazneh, bangunan yang konon menyimpan harta karun terpendam mirip firaun. Selain Al-Khazneh ada pula Roman Theater, Royal Tombs, juga Ad-Deir yang menjadi ikon Kota Petra. Ad-Deir adalah bangunan megah dengan 800 anak tangga.


4. Desa Kandovan, Iran

Masih ingat The Flinstones? Ini adalah film yang menceritakan kehidupan manusia di zaman batu, mulai dari rumah, hingga mobil sebuah dibuat dari batu. Ternyata, kehidupan semacam itu masih ada, tepatnya di Kandovan, Azarbaijan Timur, Iran.

Desa ini memiliki perangkat yang seluruhnya terbuat dari batu. Rumah-rumah di Kandovan pun terbuat dari batu, bahkan bagian dalamnya seperti ranjang juga terbuat dari batu.

Desa unik ini pun menjadi senjata andalan Iran untuk menarik kedatangan wisatawan. Seakan tidak mau mengecewakan wisatawannya, pemerintah setempat juga membuat hotel dari batu. The Laleh Kandovan International Rocky Hotel, di sini traveler bisa merasakan hidup ala Flintones. Hotel bintang 5 ini terletak di jantung Desa Kandovan.


5. Desa Manazan, Turki

Ternyata, Turki tidak hanya memiliki Cappadocia sebagai kota yang berdiri di tebing batu. Masih ada Desa Manazan di Kota Taskale, Karaman. Desa ini terpahat dan tertata rapi di tebing batu Lembah Yesildere. Unik!

Desa Manazan bisa dibilang juga desa yang berdiri vertikal karena berada di tebing. Tidak percaya? Datang langsung dan Anda pun bisa melihat langsung pintu dan jendela kayu yang berada di pinggiran tebing.

Tebing batu ini pun terbagi menjadi 5 lantai yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas ruangan. Mulai dari gereja, rumah tinggal, sampai pemakaman, semuanya ada di Manazan. Tempat-tempat ini semuanya berada di dalam tebing dan tidak ada yang terpisah.

Namun sayang, kini Manazan telah ditinggalkan penduduknya karena hanya digunakan sebagai tempat perlindungan selama perang. Meskipun begitu, desa yang ada sejak Zaman Byzantium ini masih memukau wisatawan.

>> Wow... Megahnya kota kuno " Petra " yang terpahat di dalam batu

Yordania adalah negara dimana sebuah peradaban besar pada masa lalu pernah hadir disini, bukti dari kehadiran peradaban besar itu masih bisa kita temui saat ini, disebuah lokasi yang cukup sulit untuk dijangkau, bahkan bisa dibilang rahasia. Petra, adalah nama yang disematkan kepada sebuah kota kuno yang megah yang pernah hadir di wilayah negara yang pada hari ini beranama Yordania, gunungan batu yang sangat besar dimanfaatkan oleh orang-orang Petra pada masa lalu untuk dijadikan sebagai tempat hunian, mereka memotong dan memahat tebing-tebing gunungan batu menjadi sebuah bentuk yang artistik dan dapat ditempati sebagaimana sebuah rumah.

Kota kuno Petra pertamakali ditemukan kembali oleh seseorang yang bernama Johann Ludvig Burckhardt pada tahun 1812, kota kuno ini tesembunyi di sebuah lokasi yang cukup sulit dijangkau pada masa itu, banyak arkeolog dan peneliti bertanya, untuk apakah sebenarnya kota Petra ini dibangun? Apakah untuk digunakan sebagai benteng ataukah kota suci dari sebuah peradaban?

Di kompleks situs arkeologi peninggalan orang-orang Petra, terdapat kurang lebih 3.000 kuil, kuburan dan ratusan goa yang di pahat pada tebing-tebing gunungan batu. Lokasi kaki gunung Al-Madhbah yang merupakan ujung dari gurun Harsh memang menjadi tempat untuk gunungan-gunungan batu berukuran besar.

Kota kuno Petra yang terbentang kurang lebih 1200 meter dan dengan kedalaman ruang bangunan yang mencapai 100 meter merupakan bukti kehadiran dari sebuah peradaban besar pada masa lalu yang masyarakatnya memiliki kemampuan yang handal dalam memahat batu, bagaimana tidak, tebing-tebing pada gunungan batu besar dipotong dan dipahat untuk kemudian dijadikan tempat hunian ataupun upacara keagamaan.

Sebelum orang-orang Petra membangun kota megah ini dengan berbagai bangunan monumentalnya, Edomites adalah suku yang pernah menduduki wilayah ini, namun kemudian harus mengalami kejatuhan, sehingga datanglah orang-orang Nabataen, yang kemudian menetap dan membangun kota megah Petra. Diperkirakan orang-orang Nabataen pertamakali datang ke wilayah Petra pada abad ke 3 SM.

Pada masa kejayaannya, Petra merupakan kota yang cukup berpengaruh dan ramai serta menjadi pusat perdagangan barang-barang antik. Setelah penelitian lebih mendalam dilakukan, ditemukan fakta lainnya yang menyatakan jika kota kuno Petra memiliki komoditi lain untuk diperdagangkan, seperti gandum, anggur dan buah zaitun.

Ladang pertanian masyarakat Petra diketahui cukup luas, walaupun di lain sisi wilayah kota kuno Petra sangat kering dan tidak cukup ramah untuk pertanian, namun hal tersebut bisa dicapai berkat pengetahuan pengelolan air yang baik dalam memenuhi kebutuhan pertanian di sekitar kota kuno Petra.

Orang-orang Nabataen yang menjadi penduduk kota kuno Petra membangun sebuah sistem pengelolaan air untuk kebutuhan hidup dan perkebunan dengan sangat baik, diketahui juga jika di wilayah kota kuno Petra terdapat sebuah kontruksi DAM yang menjadi sumber utama untuk mengelola sistem pengairan, ditemukan sisa-sisa pipa aliran air yang digunakan untuk mengalirkan air ke berbagai teras untuk kebutuhan pertanian. Masyarakat Petra juga memanfaatkan berbagai macam sumber air dan menyimpannya untuk digunakan saat musim kering, tentunya semua hal tersebut bisa dicapai dikarenakan masyarakat Petra telah memiliki ilmu pengetahuan mengenai sistem irigasi, dam serta pengelolaan air yang sangat baik.

Kemajuan bidang pertanian masyarakat kota kuno Petra pada abad pertama, menjadikan orang-orang Nabataen yang mendiami wilayah ini menjadi kaya karena bisa menghasilakan berbagai komoditi kebutuhan hidup, dari mulai anggur hingga produksi minyak. Hal tersebut menarik perhatian bangsa Romawi kuno, sehingga pada tahun 106 masehi, bangsa Romawi kuno berhasil menaklukan kota Petra. Kota kuno Petra yang dibangun pada tebing gunungan batu mulai ditinggalkan oleh penduduknya pada tahun 363 dan 551 masehi dikarenakan kejadian gempa yang sedikit banyak meruntuhkan bangunan pada tebing batu.
( sumber )

>> Nyata !! sekeping biskuit seharga Rp. 20 Juta

Sekeping biskuit kering bakal dilelang dengan  harga £10,000 atau sekitar  Rp.20 juta, tetapi apa sih keistemewaan biskuit ini sehingga bakal dilelang dengan harga begitu mahal?

Biskuit tersebut disebut-sebut sebagai bagian daripada peralatan darurat yang disimpan di perahu simpanan kapal terkenal, Titanic. ini lah yang membuat kue kering ini begitu spesial hingga dilelang pada harga £10,000 (Rp.20 juta).

Menurut laporan, biskuit itu telah disimpan oleh seorang penumpang bot SS Carpathia yang digunakan untuk membantu ketika operasi mencari dan menyelamat korban kapal Titanic karam di perairan Lautan Atlantik.

Penumpang yang dikenali sebagai, James Fenwick dipercayai telah menyimpan biskuit tersebut dalam sebuah kotak film Kodak berserta nota yang tertulis ‘Biskut dari perahu simpanan Titanic, 1912‘. Di biskut tersebut juga tertulis ‘Sallers & Bakers‘ dan ‘Pilot‘.

Biskuit tersebut dianggap sebagai artifak dan dilelang melalui firma Henry Aldridge & Son di Devices pada 24 Oktober 2015.
( sumber )